Manfaat Kesehatan yang Telah Terbukti dari Kurma

 

kurmacorner

Kurma adalah buah dari pohon kurma, yang tumbuh di banyak wilayah tropis di dunia. Kurma telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir.

Hampir semua kurma yang dijual di negara-negara Barat dikeringkan.

Anda dapat mengetahui apakah kurma dikeringkan berdasarkan penampilannya atau tidak. Kulit yang keriput menunjukkan mereka kering, sedangkan kulit halus menunjukkan kesegaran.

Bergantung pada varietas, kurma segar cukup kecil dalam ukuran dan rentang warna dari merah terang hingga kuning cerah. Medjool dan Deglet Noor dates adalah varietas yang paling umum dikonsumsi.

Kurma kenyal dengan rasa manis. Mereka juga tinggi dalam beberapa nutrisi penting dan memiliki berbagai manfaat dan kegunaan.

Artikel ini akan membahas 8 manfaat kesehatan dari kurma makan dan bagaimana memasukkannya ke dalam diet Anda.

1. Sangat Bergizi
Kurma memiliki profil nutrisi yang sangat baik.

Karena sudah dikeringkan, kandungan kalorinya lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. Kandungan kalori kurma mirip dengan buah kering lainnya, seperti kismis dan buah ara (1).

Sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat. Sisanya berasal dari protein yang sangat sedikit. Meskipun kalori mereka, kurma mengandung beberapa vitamin dan mineral penting di samping sejumlah besar serat.

A 3.5-ons (100 gram) melayani menyediakan nutrisi berikut (1):

  • Kalori: 277
  • Karbohidrat: 75 gram
  • Serat: 7 gram
  • Protein: 2 gram
  • Kalium: 20% dari RDI
  • Magnesium: 14% dari RDI
  • Tembaga: 18% dari RDI
  • Mangan: 15% dari RDI
  • Besi: 5% dari RDI
  • Vitamin B6: 12% dari RDI

Kurma juga mengandung antioksidan tinggi, yang dapat berkontribusi banyak terhadap manfaat kesehatannya.

2.Tinggi Serat
Mendapatkan serat yang cukup penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Dengan hampir 7 gram serat dalam porsi 3,5 ons, termasuk kurma dalam diet Anda adalah cara yang bagus untuk meningkatkan asupan serat Anda (1).

Serat dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Anda dengan mencegah sembelit. Ini mempromosikan gerakan usus biasa dengan berkontribusi pada pembentukan tinja (3).

Dalam sebuah penelitian, 21 orang yang mengkonsumsi 7 kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi tinja dan mengalami peningkatan gerakan buang air besar yang signifikan dibandingkan ketika mereka tidak makan kurma (4).

Selanjutnya, serat dalam kurma mungkin bermanfaat untuk mengontrol gula darah. Serat memperlambat pencernaan dan dapat membantu mencegah kadar gula darah meningkat terlalu tinggi setelah makan (5).

Untuk alasan ini kurmacorner, kurma memiliki indeks glikemik rendah (GI), yang mengukur seberapa cepat gula darah Anda naik setelah makan makanan tertentu.

3. Tinggi dalam Antioksidan Memerangi Penyakit
Kurma menyediakan berbagai antioksidan yang memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang ditawarkan, termasuk mengurangi risiko beberapa penyakit.

Antioksidan melindungi sel-sel Anda dari radikal bebas, yang merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh Anda dan menyebabkan penyakit (7).

Dibandingkan dengan jenis buah yang serupa, seperti buah ara dan buah prem kering, kurma tampaknya memiliki kandungan antioksidan tertinggi (8).

Berikut ini ikhtisar dari tiga antioksidan paling kuat dalam kurun waktu:

Flavonoid: Flavonoid adalah antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan dan telah dipelajari untuk potensi mereka untuk mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer dan beberapa jenis kanker (2, 9).
Karotenoid: Karotenoid terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung dan juga dapat mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula (2, 10).
Asam fenolat: Dikenal karena sifat anti-peradangannya, asam fenolik dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

4. Semoga Mempromosikan Kesehatan Otak
Makan kurma dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

Penelitian laboratorium telah menemukan kurma yang berguna untuk menurunkan penanda inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6), di otak. Tingkat IL-6 yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif yang lebih tinggi seperti Alzheimer (13, 14).

Selain itu, penelitian pada hewan telah menunjukkan kurma yang berguna untuk mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak (13).

Ketika plak menumpuk di otak, mereka dapat mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer (15).

Satu penelitian pada hewan menemukan bahwa tikus yang diberi makanan yang dicampur dengan kurma memiliki memori dan kemampuan belajar yang lebih baik, serta perilaku yang kurang terkait kecemasan, dibandingkan dengan mereka yang tidak memakannya (16).

Sifat-sifat penguat otak yang potensial dari kurma telah dikaitkan dengan kandungan antioksidan yang diketahui dapat mengurangi peradangan, termasuk flavonoid (13).

Namun, penelitian pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi peran kurma dalam kesehatan otak.